A. Struktur Tubuh Virus
- Kapsid
Kapsid merupakan selubung terluar virus yang tersusun atas banyak subunit protein yang disebut kapsomer. Kapsid inilah yang memberi bentuk pada virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus. Bentuk kapsid virus berbeda-beda yaitu polihedral, batang, bulat, oval, dan lain-lain.
- Kepala
Kepala virus berisi materi genetik yaitu berupa DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.
- Isi Tubuh
Bagian isi tersusun atas asam nukleat, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. Berdasarkan isi yang dikandungnya, virus dapat dibedakan menjadi virus DNA (virus T, virus cacar) dan virus RNA (virus influenza, HIV, H5N1).
- Ekor
Ekor virus merupakan alat untuk menempel pada inangnya. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi serabut. Pada bagian ekor terdapat lempengan dasar dan serabut ekor yang berfungsi sebagai alat menempel dan tempat penginjeksian DNA ke dalam sel inang.
Pada bagian kepala hingga ekor terdapat kapsid dan selubung ekor (bagian terluar) serta asam nukleat (bagian dalam).
B. Ciri-ciri Virus
Virus memiliki Ciri-ciri yakni sebagai berikut:
- Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel)
- Virus berukuran sangat kecil , jauh lebih kecil dari bakteri, yakni berkisar antara 20 mµ – 300mµ (1 mikron = 1000 milimikron). untuk mengamatinya diperlukan mikroskop elektron yang pembesarannya dapat mencapai 50.000 kali.
- Virus hanya memiliki salah satu macam asam nukleat (RNA atau DNA)
- Virus umumnya berupa semacam hablur (kristal) dan bentuknya sangat bervariasi. Ada yang berbentuk oval , memanjang, silindris, kotak dan kebanyakan berbentuk seperti kecebong dengan “kepala” oval dan “ekor” silindris.
- Tubuh virus terdiri atas: kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor.
- virus memiliki lapisan protein yang disebut kapsid.
- Virus hanya dapat berkembang biak di sel hidup lainnya. Seperti sel hidup pada bakteri, hewan, tumbuhan, dan sel hidup pada manusia.
- Virus tidak dapat membelah diri, dan
- Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi biasa, namun dapat di kristalkan.
C. Peranan Virus
Virus juga berguna bagi kelangsungan hidup manusia. Berikut peranan virus yang menguntungkan dan merugikan:
- Peranan virus yang menguntungkan
- Pembuatan antitoksin
- Melemahkan bakteri
- Memproduksi vaksin
- Peranan virus yang merugikan
Peranan virus yang merugikan yakni berupa penyakit, baik penyakit pada manusia, hewan, maupun tumbuhan
Penyakit pada Manusia:
- AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrom) AIDS adalah penyakit yang menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh.
- Hepatitis, disebabkan oleh virus hepatitis. Ada tiga tipe hepatitis, yaitu hepatitits A, hepatitis B, dan hepatitis C. Gejala-gejalanya: demam, mual, muntah-muntah, perubahan warna kulit dan selaput lendir berwarna kuning.
- DB(Demam Berdarah) disebabkan oleh virus dengue. Virus ini dapat menyebabkan menurunnya kadar trombosit dan menyebabkan pecahnya kapiler darah sehingga gejala-gejala yang tampak adalah adanya bercak-bercak merah pada kulit, demam panas tinggi, sakit kepala, mimisan lebih parah lagi pendarahan pada organ-organ tubuh dan dapat menyebabkan kematian. Vektor penyebab penyakit ini adalah nyamuk Aedes aegypti.
- SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Penyakit ini disebabkan oleh virus corona yang dibawa oleh mamalia golongan musang dan rakun.
- Influenza. Penyakit ini disebabkan oleh Orthomyxovirus. Morfologinya seperti bola, virus ini menyerang saluran pernapasan sehingga penderita mengalami kesulitan bernapas
- Gondong. Penyebab penyakit ini adalah Paramyxovirus. Virus yang hanya memiliki ARN (asam ribo nukleat) saja.
- Herpes Simpleks. Herpes merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya bintik merah bernanah dan berkelompok di kulit, dan disertai oleh demam. Penyebab herpes adalah virus anggota famili Herpertoviridae.
- Campak (Morbili). Campak disebabkan oleh virus paramyxovirus yang tidak rnengandung enzim neurominidase.
- Polio. Polio disebabkan oleh poliovirus.
- Ebola. Disebabkan oleh virus ebola.
- Mata Merah (Belek)
Penyakit pada Hewan:
- Rabies (Anjing gila). Penyebab rabies adalah Rabdovirus.
- Food and Mouth Diseases (FMD). Penyebab penyakit kuku dan mulut pada hewan ternak seperti kerbau, sapi, domba, dan kuda.
- Tetelo (sampar ayam). Penyakit Tetelo atau NCD (New Castle Disease) menyerang pada unggas.
- Kanker pada Ayam. Disebabkan oleh RSV (Rous Sarcoma Virus)
- Flu Burung. Disebabkan oleh Virus Avian influenza (H5N1), Virus Avian influenza umumnya menyerang unggas, tetapi dapat pula menyerang burung-burung, hewan, bahkan manusia.
Penyakit pada Tumbuhan
- Mozaik, ditandai bercak kuning pada tembakau. Disebabkan oleh TMV (Tobacco Mozaic Virus)

- CVPD (Citrus Vein Phloem Degeneration) penyebab penyakit pada jeruk, yang menyebabkan rusaknya pembuluh angkut (floem)

- Tungro, penyebab penyakit kerdil pada tanaman padi. Vektornya adalah wereng hijau dan wereng cokelat

D. Reproduksi Virus
Virus hanya dapat berkembang biak atau bereplikasi pada medium yang hidup (embrio, jaringan hewan, jaringan tumbuhan).
Siklus reproduksi virus ada 2 cara, yaitu dengan cara siklus litik dan siklus lisogenik.
-
Siklus Litik atau siklus Lisis
Siklus lisis adalah siklus reproduksi atau replikasi genom virus yang pada akhirnya menyebabkan kematian sel inang.
Tahapan siklus lisis :
- Adsorbsi (fase penempelan).
- Penetrasi/injeksi/Infeksi (fase memasukkan asam nukleat).
- Sintesis (fase pembentukan), Eklifase, Replikasi.
- Perakitan.
- Lisis (fase pemecahan sel inang / Pembebasan).
-
Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang, setelah adsobsi dan injeksi DNA Virus (fage) berintegrasi ke dalam kromosom bakteri, integrasi ini disebut profage (gen asing yang bergabung dengan kromosom bakteri). Dalam hal ini DNA virus tidak langsung mensintesis DNA Bakteri, karena bakteri memiliki imunitas. Setelah imunitasnya hilang baru DNA Virus mengendalikan Dna bakteri, yang tahap selanjutnya seperti pada siklus lisis.
Tahapan dalam siklus lisogenik :
- Fase Adsorbsi
- Fase Injeksi
- Fase Penggabungan
- Fase Pembelahan
- Fase Sintesis
- Fase Perakitan
- Fase Litik




